Quarter Life Crisis

Bukan hanya sekedar apa dan bagaimana itu bisa terjadi. tapi menurut quarter life crisis adalah dimana sesorang melewati banyak masa sulit dan pada saat ini pula banyak keputusan penting dalam hidup yang harus diambil yang akan berdampak permanen pada hidup kita kedepan (menurut postingan psychostory yang pernah gw reblog), tetapi menurut pribadi gw sendiri sih iya juga :D, kenapa gw bisa bilang gitu karena ya begitu banyak fenomena quarterlife crisis yang gw hadapi saat ini dan begitu hebat sekali efeknya yang sedang gw alami. 

oke kalo kita liat dari awal, sebenernya apasih quarterlife crisis ini? quarterlife crisis kalo di artiin ke bahasa indonesia adalah krisis seperempat abad kehidupan. dimana terasa adanya transisi dari masa young menjadi adult. dimana krisis ini terjadi di usia 20an (menurut beberapa sumber yang gw baca dan gak bisa dipertanggungjawabkan kebenaran nya karena mereka merujuk dari pengalaman pribadi bahwa krisis ini banyak terjadi pada usia 25-29 tahun)

untuk kalian yang mau paham betul apa itu quarterlife crisis silakan pergi ke psikolog, mudah mudahan psikolog yang kalian temui itu bisa menjelaskan dengan baik dan mudah di cerna atau kalian bisa baca baca referensi atau pengalaman pengalaman seseorang mengenai fenomena ini melalui internet. salah satunya ada di link berikut

kaskus

lonerwolf

ada tesnya juga loh untuk mencari tau kamu sedang mengalami fenomena ini nggak sih? 

kalian juga bisa berjalan ratusan, ribuan hingga puluhan ribu kilometer untuk mencari tau bagaimana jalan keluar dari fenomena ini atau setidaknya apa sih yang orang orang lakuin ketika mereka menghadapi fenomena ini.

seperti apa yang pernah gw bilang sebelumnya, gw udah tau fenomena ini udah lama ketika gw lulus duduk di bangku SMA. dan disaat itu gw mulai lebay dan panik akan adanya fenomena ini dalam hidup gw. pertanyaan yang ada di otak gw waktu itu adalah (otak alay)

  • rasanya gimana?
  • trus nanti gimana?
  • trus nanti gw sampe bunuh diri nggak?
  • trus nanti gw kuliah dimana?
  • trus nanti gw kerja apa?
  • trus nanti pacar gw gimana? (rusak. Masih kecil aja udah pacar pacaran)
  • dan pertanyaan pertanyaan aneh lain nya ala anak sma yang sok sok an mau tau mengenai quarterlife crisis ini yang padahal masih lama bakal dialami, tapi disini lah hebatnya gw, gw udah mau mempersiapkan setidaknya apa yang akan gw lakukan nanti ketika krisis ini datang, gimana? keren kan?

oke kita liat apa yang gw lakukan pada saat itu, untuk ’mempersiapkan‘ diri menghadapi fenomena ini. begitu takutnya gw akan fenomena ini lah yang mendorong gw untuk melakukan persiapan ‘menghadapi’ krisis ini, gimana gak takut, lha wong di krisis ini banyak anak muda yang mati bunuh diri kok, saking depresi nya dan di masa ini pula banyak pasangan muda yang bercerai berai (ini asli dan sekeliling gw udah mengalami dan mengakui) dari pernikahan nya. kasian ya?

Mencari tau melalui internet dan buku.

melalui internet gw banyak baca mengenai krisis ini, tetapi gw susah mendapatkan artikel ini di buku buku (entah memang jarang, atau gw gak tau harus nyari di buku apa)
gw cukup puas dengan penjelasan dan ciri ciri ketika krisis ini mulai menyerang. tetapi gw masih belum puas dengan ‘cerita’ bagaimana seseorang bisa melewati masa masa ini. maka gw coba cari cara lagi

Mendengarkan cerita orang orang yang pernah mengalami ini.

okey, gw memang orang yang cukup tertutup dengan orang yang gak gw kenal dengan baik. tapi entah kenapa gw bisa gampang dapet cerita dari orang orang yang baru gw kenal.
beberapa tahun lalu, gw kenal dengan seorang mbak mbak (gw lupa nama nya, sekalipun gw inget gak akan gw kasih tau juga) yang kebetulan dia anak yang kuliah di jurusan psikologi. okelah,jadi gak segan segan gw mananyakan mengenai fenomena ini, dan gw lumayan terkejut dengan penjelasan dan pengakuan dia yang sedang mengalami fenomena ini hingga dia pun mengaku bahwa sempat terbesit juga untuk melakukan bunuh diri. (agak samar samar bagaimana ceritanya dia dulu)

dan gw ingat ketika perjalanan semarang-temanggung gw tempuh menggunakan bis beberapa bulan setelah gw lulus SMA. disitu gw bertemu dengan mas-mas yang menceritakan kisahnya, seingat gw dia bernama ’maulana’ diawali dengan cerita gw bulak balik sana sini untuk daftar kuliah dan dilanjutkan dengan cerita perjuangan dia sebelum menikah, dan berkeluarga

hal tersebut hanyalah dua orang yang sempat bertemu dengan gw dan cerita hidupnya ’berhasil’ gw eksploitasi dan gw masih berusaha mencari sumber lain untuk mencari referensi atau setidaknya ’teman’ bahwa gw enggak mengalami fenomena ini sendirian.


Disini gw akan bercerita sedikit mengenai fenomena ini yang SEPERTINYA SEDANG gw alami, gw masih belum bisa terima atau belum bisa sadar juga bahwa gw sedang mengalami ini, tetapi ketika gw lihat lihat lagi lebih dekat, ternyata memang, beberapa ciri ciri nya sedang gw alami, dan iseng iseng gw mengikuti test apakah gw sedang mengalami fenomena quarterlife crisis ini ternyata nilai gw ada di 80 keatas! (hanya iseng)

beberapa bulan ini gw sering ngerasa capek sendiri, gw sering ngeluh sendiri dengan apa yang gw lakukan sepertinya gak menghasilkan apapun, perasaan gw sering gelisah gak jelas, finansial gw pun sepertinya gak jelas, dan yang nama nya masalah pasti ada aja baik dari keluarga, lingkungan kerja dan temen temen sekalipun.
dari situ gw merasa semuanya seperti ’menyerang’ dan menyudutkan gw ke posisi yang gak enak banget deh pokoknya.

disini gw makin sadar bahwa ini lah tanda tandanya gw mulai masuk fenomena ini? masalah makin besar, waktu pun makin berjalan. semua berjalan gak sesuai dengan apa yang gw harapkan, oke gw coba tenang, dan coba untuk menjalankan saran saran apa yang telah gw baca dan gw dengar. tapi? semua nya kacau makin gak terkendali!

oke gw masih coba untuk tenang, gw berfikir mungkin gw butuh orang, orang yang ada disamping gw, gak perlu dia yang menasehati gw, gak perlu dia yang ngedengerin cerita gw, yang gw perlu untuk tau gw gak ngerasa sendiri dan ada yang nemenin gw, udah cukup itu aja.

gw mulai ambil libur dari kerjaan gw untuk beberapa saat, dan gw plan untuk pergi beberapa saat, mungkin ini hanya bosen, atau hanya penat aja. okey gw merencanakan liburan. dan gw mulai sounding ke beberapa temen gw sampai satu hari sebelum hari keberangkatan gw.

GAK ADA SATUPUN DARI MEREKA yang bisa nemenin gw. (gw udah ceritakan kondisi gw kepada mereka)

WHAT?!!  alasan dan kata maaf. ya KLISE! (gw rasa kalian tau lah bagaimana rasanya ketika kalian harus ada buat mereka dan kalian harus sendiri ketika mereka nggak ada)

udahlah cukup. gw gak mau berfikir apapun mengenai ini dan gw gak akan bisa selesaikan semua ini dengan emosi dan hanya mikirin hal begituan, toh kaki tangan gw lengkap pikir gw, fokus dan tetap fokus! . gw enggak mau berfikir inilah the lowest point in my life yang mungkin bisa bikin gw makin panik. oke gw pergi. ratusan, ribuan kilometer gw tempuh sendiri! yak SENDIRI. diperjalanan ini banyak hal yang gw dapet, mungkin akan terlalu panjang kalo gw ceritain ya? mungkin suatu saat nanti ketika gw inget secara spontan akan gw coba untuk tulis.

sepanjang perjalanan emosi, marah, sedih dan lain lain jadi satu.. rasanya bener bener kacau.
ternyata semuanya gak bisa terselesaikan dengan pergi begitu aja, itu yang gw tau..

tepat hari ini adalah hari kepulangan gw dan semua yang gw rasain masih sama. masih hampa, hambar, kesel, dominasi emosi.

kalian mau coba ngomong, kenapa gak coba gw untuk bersujud dan berbisik ke arah bumi dan didengar oleh langit? ya, sebagai seorang muslim gw sudah melakukan itu, tetapi itu hanya sementara, ketika gw bengong atau beranjak tidur, gw selalu berubah gelisah lagi.

mungkin ini semua hanya masalah waktu.. detik ini emosi gw makin terpancing dengan kejadian kejadian yang bikin gw teringat.. gw coba berenti dulu ya..
gw akan sambung nanti…


Psycholostory #23 : Quarter Life Crisis – Haruskah Gelisah?

novieocktavia:

Akhir-akhir ini, quarter life crisis alias QLC menjadi topik yang ramai dibicarakan. Masalah ini memang jadi momok untuk kita yang berada di rentang usia dewasa awal, khususnya di usia 20an.

QLC simpelnya adalah masa-masa penuh kekhawatiran. Sudut pandang Psikologi bilang kalau salah satu masalah di usia ini adalah ketegangan emosional. Ketegangan ini berisi ketakutan atau kekhawatiran terhadap berbagai masalah, terutama yang menyangkut hidup dan masa depan. Mengapa? Karena pada usia-usia inilah individu akan berhadapan dengan pengambilan keputusan-keputusan yang boleh jadi akan berdampak permanen untuk kehidupannya.

Pernah dengar istilah tugas perkembangan? Itu lho, tugas yang harus dipenuhi oleh individu pada tahap usia perkembangan tertentu. Nah, QLC ini juga berkaitan dengan pemenuhan tugas perkembangan tersebut. Kalau kamu belum tau apa saja tugas perkembangan untuk usia 20an, kamu bisa cek #Psycholostory 14 : The Developmental Task of Early Adulthood.

Diantara sederetan tugas perkembangan yang ada, beberapa memang related banget sama fenomena QLC ini. Apa aja sih?

Pertama, tentang memulai hidup mandiri dan memikirkan pekerjaan. Kita mulai gelisah soal pekerjaan apa yang akan kita ambil, bagaimana kita akan berkinerja, akankah merantau atau tetap tinggal dan kualifikasi apa saja yang harus kita miliki untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang kita harapkan. Bingung, kemudian crisis!

Kedua, tentang memilih pasangan hidup. Nah, ini ngehits banget! Kita mulai gelisah tentang siapa yang akan jadi pendamping hidup kita, seperti apa wajahnya, dimana bertemunya dan pertanyaan-pertanyaan lain yang jawabannya tidak bisa kita tebak-tebak. Bingung, kemudian crisis!

Ternyata, kegelisahan akibat QLC ini bisa bertambah parah kalau kita membanding-bandingkan diri dengan orang lain yang seusia dengan kita, istilahnya adalah social comparison. Sedikit-sedikit kita bertanya, “Kok dia cepet banget sih dapat pekerjaan? Kok dia enak banget sih kantornya? Kok dia cepet banget lulus kuliah sih? Kok dia ga pernah galau masalah jodoh? Kok dia bisa banget nikah muda? Kok dia cepet banget naik gaji?” Blablablabla, dan lain-lain. FYI, pertanyaan-pertanyaan itulah yang bikin kamu gelisah.

Terus harus gimana menghadapi QLC? Hey, everything shall pass! Semuanya bakal terlalui. Berhentilah membanding-bandingkan diri dengan orang lain karena setiap orang punya waktu dan rezekinya masing-masing. Maksimalkan usaha aja, iya gak? Satu lagi yang penting, berhentilah mengkhawatirkan dan menggelisahkan apa-apa yang memang sudah menjadi ketentuan-Nya. Berserah diri bikin kita lebih tenang, lho! Kalau dekat sama Sang Pencipta, kayaknya gak perlu tuh kena virus QLC segala. Hehe.

Have a great life ahead, ya! Salam Psycholostory.

Kok dia bisa banget nikah muda?

PUNCHLINE banget, buat beberapa orang sih termasuk gw 😀

mengenai quarter life crisis ini udah gw ketahui sejak gw lulus SMA yah sekitar 7-8 tahun lalu.  dan di usia segitu gw udah resah emang akan hadirnya crisis ini. gw akan cerita mengenai quarter life crisis gw yang SEDANG gw alami di posting berikutnya, dan bagaimana gw menjalani nya.

culturenlifestyle:

PSYCH FACTS OF THE DAY

If you like this post, check out psych2go. We also have a YouTube channel here too: Psych2goTV.

via psych2go

Gw kira ZAKIRNAIK Effect 😀